Perayaan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia ke-80 di Kota Solo tidak hanya membawa kemeriahan, tetapi juga mendatangkan berkah bagi para pelaku jasa dekorasi mobil hias dan kostum pawai. Sejak satu bulan terakhir, para pengrajin di wilayah Solo Raya, khususnya yang menggarap dekorasi untuk pawai pembangunan, kebanjiran pesanan dari berbagai daerah. Salah satunya adalah Tri Yudi Prihantoro, seniman dekorasi asal Bendungan, Klodran, Colomadu, yang sudah menjadi langganan instansi pemerintahan dalam membuat mobil hias untuk peringatan HUT RI.
Lonjakan Pesanan Menjelang Pawai Kemerdekaan
Momen HUT RI selalu menjadi ajang unjuk kreativitas bagi pelaku usaha dekorasi. Tahun ini, menjelang pawai pembangunan Sukoharjo pada 23 Agustus 2025, permintaan meningkat drastis.
Tri Yudi Prihantoro (47), pengrajin dekorasi mobil hias, mengaku sudah menerima pesanan sejak satu bulan terakhir. Rata-rata ia mengerjakan empat mobil pikap hias yang dipesan oleh instansi Pemkab Sukoharjo, seperti Dinas Pekerjaan Umum (PU), Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), dan Bank Jateng.
Setiap mobil hias mengangkat tema berbeda, menyesuaikan identitas dan potensi instansi pemesan. Misalnya, mobil hias pesanan BPBD WTP 10 memvisualkan buku dan patung jamu, sedangkan mobil hias Bank Jateng mengusung transformasi tabungan zaman dulu (celengan ayam) menjadi layanan modern melalui ATM dan QRIS. Desain juga dilengkapi ornamen rumah limasan untuk memperkuat nuansa lokal.
Proses Kreatif dan Bahan yang Digunakan
Sebelum pengerjaan, Tri Yudi dan timnya melakukan diskusi intensif dengan pemesan untuk memahami pesan yang ingin disampaikan. Setelah konsep disepakati, tahap berikutnya adalah pembuatan properti menggunakan bahan-bahan seperti tripleks, kayu kaso untuk rangka ornamen, styrofoam, dan spons. Menurut Yudi, penggunaan spons dan styrofoam memudahkan proses pembentukan berbagai model karena sifatnya yang fleksibel.
Pengerjaan satu unit mobil hias rata-rata memakan waktu sekitar satu minggu dan melibatkan 10 orang seniman. Proses ini mencakup pembuatan rangka, pemasangan ornamen, pengecatan, hingga pemasangan detail akhir. Kreativitas menjadi kunci utama agar dekorasi tampil unik, menarik perhatian penonton, dan sesuai tema yang diinginkan klien.
Pendapatan Meningkat dan Dampak bagi Seniman Lokal
Tingginya permintaan membuat omzet Tri Yudi meningkat signifikan. Untuk satu unit mobil pikap hias, tarif yang dipatok berkisar Rp 13 juta. Nilai ini sebanding dengan kompleksitas desain dan jumlah tenaga kerja yang terlibat.
Menariknya, berkah HUT RI ke-80 ini tidak hanya dirasakan oleh Yudi, tetapi juga oleh banyak vendor dekorasi dan seniman lain di Solo Raya. Seperti tahun-tahun sebelumnya, pesanan datang dari berbagai daerah, tidak hanya dari Kabupaten Sukoharjo, tetapi juga dari Klaten, Sragen, Kota Solo, bahkan hingga Jakarta untuk keperluan kostum pawai.
Tradisi yang Terus Hidup
Tradisi pawai pembangunan dalam rangka HUT RI di berbagai daerah menjadi ruang bagi seniman lokal untuk berkarya dan memperkenalkan kearifan lokal. Setiap mobil hias tidak sekadar menjadi sarana hiburan, tetapi juga media edukasi yang menampilkan potensi, sejarah, dan budaya daerah. Dengan menggabungkan kreativitas, keterampilan teknis, dan identitas lokal, para pengrajin mampu menghadirkan karya seni yang memukau masyarakat.
Kesimpulan
Momen peringatan kemerdekaan tidak hanya menjadi ajang nasionalisme, tetapi juga peluang ekonomi bagi pelaku usaha kreatif. Lonjakan pesanan mobil hias dan kostum pawai seperti yang dialami Tri Yudi Prihantoro membuktikan bahwa kreativitas lokal mampu bersaing dan memberi dampak ekonomi yang nyata. Selama tradisi pawai HUT RI terus hidup, jasa dekorasi mobil hias akan selalu menjadi bagian penting dalam memeriahkan perayaan kemerdekaan Indonesia.
Sumber : rri.co.id



