Jetour Masih Ragu Hadirkan Mobil Listrik Mungil X20e ke Indonesia, Fokus pada SUV Bensin

Jetour Fokus Pada SUV Bermesin Bensin

Jetour, merek otomotif asal Tiongkok di bawah naungan Chery Group, terus memperluas kehadirannya di Indonesia. Namun, langkah elektrifikasi tampaknya belum menjadi prioritas utama bagi mereka.
Meski publik sempat menantikan kehadiran Jetour X20e, mobil listrik mungil yang diprediksi menjadi pesaing langsung Wuling Air ev, Jetour masih memilih untuk memprioritaskan lini SUV konvensional seperti Jetour T2.

Dalam konferensi di Bekasi, Ranggy Radiansyah, Marketing Director Jetour Motor Indonesia, menyebut bahwa fokus utama Jetour saat ini adalah memperkuat segmen SUV bermesin bensin (ICE).

“Untuk saat ini fokus kita memang mendatangkan SUV. Varian ICE (Internal Combustion Engine) menjadi prioritas utama sebelum memperkenalkan versi elektrifikasi,” ungkap Ranggy.

Pernyataan ini seolah menegaskan bahwa meskipun Jetour memiliki roadmap kendaraan listrik, langkah menuju elektrifikasi akan dilakukan secara bertahap dan strategis.

Jetour X20e, Mobil Listrik Kompak Penantang Air ev

Model Jetour X20e sempat mencuri perhatian publik saat tampil di ajang GIIAS 2025. Dengan desain mungil dan konfigurasi empat kursi, mobil ini digadang-gadang sebagai alternatif baru bagi masyarakat urban yang mencari mobil listrik ringkas untuk penggunaan harian.

Jetour X20e menawarkan kepraktisan dengan desain lima pintu, berbeda dengan Wuling Air ev yang hanya memiliki tiga pintu. Dari segi ukuran, Jetour X20e memang sedikit lebih besar, memberi ruang kabin yang lebih lapang.
Namun, agar bisa bersaing dengan Wuling, Jetour harus bisa menawarkan harga kompetitif. Sebagai gambaran, Wuling Air ev Standard Range dijual sekitar Rp 184 juta (OTR Jakarta).

Menariknya, data Nilai Jual Kendaraan Bermotor (NJKB) dari Samsat DKI Jakarta menunjukkan bahwa Jetour X20e sudah terdaftar, dengan dua varian:

  • Varian jarak tempuh 300 km dengan NJKB sekitar Rp 165 juta

  • Varian jarak tempuh 410 km dengan NJKB sekitar Rp 175 juta

Artinya, secara administratif dan legal, X20e sudah memiliki peluang besar untuk dipasarkan di Indonesia. Namun, keputusan akhirnya tetap bergantung pada strategi Jetour dan kondisi pasar EV nasional.

Alasan Jetour Masih Menahan X20e

Meski prospeknya menarik, Jetour tampaknya masih berhitung matang.
Ranggy menjelaskan bahwa kehadiran X20e masih dalam tahap riset pasar, terutama karena Jetour ingin memastikan kesiapan infrastruktur dan minat konsumen terhadap mobil listrik mungil.

“Itu memang bagian dari riset kami. Saat ini saya belum bisa jelaskan lebih detail, karena fokus kita mendatangkan SUV,” kata Ranggy.

Faktor lain yang mempengaruhi keputusan Jetour adalah tingkat kompetisi dan preferensi pasar Indonesia, yang masih cenderung memilih SUV berukuran besar dengan mesin bensin atau hybrid.
Selain itu, konsumen Indonesia dinilai masih mempertimbangkan harga baterai, jarak tempuh, dan fasilitas pengisian daya listrik, yang belum merata di seluruh daerah.

Jetour T2 Jadi Prioritas di Indonesia

Sementara menunggu keputusan soal X20e, Jetour akan memperkuat pasar SUV dengan meluncurkan Jetour T2, SUV boxy yang pertama kali diperlihatkan di GIIAS 2025.
Model ini diharapkan menjadi “bintang baru” di segmen SUV menengah berpenampilan gagah, dengan desain modern, interior luas, dan performa tangguh.

Ranggy memastikan bahwa Jetour T2 versi mesin bensin (ICE) akan menjadi produk pertama yang diluncurkan.
Namun, Jetour juga sudah menyiapkan versi Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV) untuk menyusul kemudian sebagai bagian dari roadmap elektrifikasi.

“Fokus kita saat ini memperkenalkan yang ICE dulu. Tetapi dalam roadmap kita ada model PHEV,” ujar Ranggy menegaskan.

Langkah ini menunjukkan strategi Jetour yang realistis: memperkenalkan model konvensional untuk membangun kepercayaan pasar, sebelum secara bertahap memperluas ke teknologi ramah lingkungan.

Strategi Jetour di Pasar Indonesia

Dalam jangka pendek, Jetour ingin memperkuat jaringan penjualan dan layanan purna jual di Indonesia.
Setelah meresmikan beberapa showroom 4S (Sales, Service, Spare parts, Survey), Jetour semakin percaya diri melayani konsumen di area Jabodetabek dan kota besar lainnya.

Selain Jetour T2, model seperti Jetour Dashing dan Jetour X70 Plus juga menjadi tulang punggung utama penjualan.
Keduanya telah mendapat respon positif berkat desain elegan, fitur canggih, dan harga kompetitif di kisaran Rp 348–360 juta.

Dengan strategi bertahap ini, Jetour berharap dapat membangun reputasi kuat di Indonesia sebelum memperluas lini mobil listriknya.

Masa Depan Jetour di Era Elektrifikasi

Meski Jetour X20e belum pasti hadir di Indonesia dalam waktu dekat, sinyal positif terhadap elektrifikasi SUV Jetour tetap kuat.
Langkah hati-hati yang diambil Jetour menunjukkan keseriusan mereka memahami pasar lokal dan kesiapan infrastruktur EV nasional.

Bagi kamu yang ingin mengenal lebih jauh SUV Jetour seperti Dashing, X70 Plus, hingga T2, atau bahkan ingin melakukan test drive langsung, kamu bisa mengunjungi:
👉 JETOUR Bandung
Atau hubungi langsung via WhatsApp di sini: 0811-2999-987

Jangan lewatkan kesempatan untuk merasakan pengalaman Travel+ Jetour — filosofi berkendara penuh kenyamanan, petualangan, dan kebersamaan untuk keluarga Indonesia.

Sumber: otomotif.katadata.co.id

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *