Jetour T2 Tolak Perang Harga, SUV Boxy Ini Justru Panen Pesanan Hampir 1.000 Unit

Strategi Berani Jetour di Tengah Gempuran Price War Mobil China

Di saat banyak merek otomotif asal China di Indonesia memilih jalan pintas dengan perang harga agresif, Jetour justru melangkah berlawanan. Tanpa diskon ekstrem dan tanpa “bakar uang”, Jetour membuktikan bahwa nilai produk, karakter desain, dan layanan purnajual masih menjadi faktor penentu keputusan konsumen.

Hasilnya nyata. Jetour T2, SUV berdesain boxy dengan aura petualangan yang kuat, berhasil menjadi tulang punggung penjualan Jetour menjelang akhir 2025. Strategi ini sekaligus menegaskan bahwa pasar otomotif nasional mulai matang dan tidak lagi semata-mata sensitif terhadap harga.

Penjualan Jetour T2 Mendominasi Hingga 80 Persen

Berdasarkan data internal perusahaan hingga November 2025, Jetour telah mencatat penjualan 664 unit, mendekati target tahunan sebanyak 780 unit. Yang menarik, dalam dua bulan terakhir, kontribusi Jetour T2 mencapai 70–80 persen dari total penjualan Jetour di Indonesia.

Angka ini jauh melampaui model lain seperti Jetour Dashing dan Jetour X70 Plus, yang lebih dulu diperkenalkan ke pasar Tanah Air.

Dominasi ini memperlihatkan bahwa konsumen Indonesia mulai tertarik pada SUV yang bukan hanya fungsional, tetapi juga memiliki identitas visual dan citra gaya hidup yang kuat.

Menolak Price War Demi Nilai Jangka Panjang

Keputusan Jetour untuk tidak terjun ke dalam perang harga ditegaskan langsung oleh Moch Ranggy Radiansyah, Marketing Director PT Jetour Motor Indonesia.

Menurutnya, Jetour lebih memilih membangun nilai produk secara menyeluruh dibandingkan mengejar volume instan. Fokus tersebut meliputi kualitas kendaraan, fitur, layanan purnajual, hingga kesiapan jaringan diler.

Pendekatan ini menjadi antitesis dari strategi umum merek China lainnya yang kerap mengorbankan margin demi penetrasi pasar cepat. Jetour menilai, kepercayaan konsumen tidak bisa dibangun hanya dengan harga murah, melainkan dengan konsistensi layanan dan produk yang sesuai ekspektasi.

Jaringan Diler Jadi Kunci Kepercayaan Konsumen

Sebagai bagian dari strategi jangka panjang, Jetour terus memperluas jaringan distribusinya. Hingga akhir 2025, Jetour telah mengoperasikan 22 diler resmi di berbagai wilayah Indonesia.

Keberadaan jaringan ini menjadi faktor krusial, terutama bagi konsumen SUV premium yang memperhatikan ketersediaan suku cadang, layanan servis, dan jaminan purnajual. Tanpa dukungan ekosistem yang matang, SUV dengan harga di atas Rp500 juta akan sulit bersaing, meskipun tampil menarik secara desain.

Strategi “Jemput Bola” di Akhir 2025

Untuk mengejar sisa target penjualan tahun ini, Jetour mengintensifkan strategi eksebisi dan pameran mal. Tidak hanya terpusat di Jakarta, kegiatan promosi juga digelar di kota-kota seperti Pontianak dan Surabaya.

Pendekatan ini bertujuan mendekatkan produk kepada calon konsumen secara langsung, sekaligus memberikan pengalaman visual dan sentuhan langsung terhadap karakter maskulin Jetour T2 yang sulit tergantikan oleh sekadar iklan digital.

Peta Jalan 2026: Mesin Lebih Kecil dan Elektrifikasi

Melihat respons pasar yang sangat positif—dengan total pemesanan yang diklaim telah mendekati 1.000 unit—Jetour telah menyiapkan strategi agresif untuk 2026.

Varian 1.5 Turbo untuk Entry Level

Jetour berencana menghadirkan Jetour T2 bermesin 1.500 cc turbo. Varian ini diposisikan sebagai opsi entry level dengan harga lebih kompetitif, menyasar konsumen yang menginginkan tampilan rugged tanpa harus masuk ke segmen harga tertinggi.

Jetour T2 PHEV di Rentang Rp800 Jutaan

Tak hanya itu, Jetour juga akan menyambut tren elektrifikasi dengan meluncurkan Jetour T2 Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV). Varian ini diperkirakan dibanderol di kisaran Rp800 jutaan, menyasar konsumen yang menginginkan efisiensi bahan bakar tanpa kekhawatiran jarak tempuh.

Langkah ini dinilai tepat, mengingat kendaraan hybrid kini semakin diminati karena fleksibilitasnya dibandingkan mobil listrik murni.

Jetour T1 Masih Ditunda, Fokus Maksimalkan T2

Bagi konsumen yang menantikan Jetour T1—SUV boxy yang lebih ringkas dan urban—harus bersabar lebih lama. Jetour mengaku belum memiliki rencana konkret untuk menghadirkannya dalam waktu dekat.

Fokus perusahaan saat ini adalah memaksimalkan momentum Jetour T2 yang sedang berada di puncak popularitas dan terbukti menjadi motor utama penjualan.

Tantangan Berikutnya: Distribusi dan Pengiriman

Dengan antrean pemesanan yang panjang, tantangan Jetour kini bergeser dari penjualan ke pengiriman unit. Proses delivery dijadwalkan berlangsung bertahap mulai Januari hingga Februari 2026.

Kesabaran konsumen menjadi kunci, namun tingginya permintaan membuktikan bahwa Jetour T2 berhasil menawarkan sesuatu yang berbeda di tengah pasar SUV yang semakin homogen.

Kesimpulan

Kesuksesan Jetour T2 menunjukkan bahwa pasar otomotif Indonesia masih memberi ruang bagi produk yang berani tampil beda. Tanpa perang harga, tanpa diskon besar-besaran, Jetour membangun daya tarik melalui desain, karakter, dan nilai jangka panjang.

Di tengah lautan SUV perkotaan yang seragam, Jetour T2 hadir sebagai simbol petualangan modern—dan pasar menyambutnya dengan antusias.

Tertarik Memiliki Jetour T2?

Jika Anda ingin membeli mobil Jetour, termasuk Jetour T2, silakan hubungi dealer resmi:

👉 Dealer Resmi Jetour Bandung
🌐 https://myjetour.com/

📲 WhatsApp Sales Jetour Bandung
➡️ http://wa.me/628112999987
📞 0811-2999-987

Dapatkan informasi harga, promo, dan estimasi inden terbaru secara langsung dari tim profesional.

Sumber: otomotif.sindonews.com

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *